Senin, 29 Oktober 2012

PROSEDUR PENCATATAN MUTASI UTANG



Untuk kepentingan informasi mengenai kepada siapa perusahaan mempunyai utang dan berapa besarnya, perusahaan harus menyeddiakan buku besar pembantu untuk utang yang berfungsi sebagai tempat mencatat perubahan utang kepada setiap kreditor. Sehingga setiap kali transaksi pembelian kredit , faktur yang diterima dari penjual akan dicatat sebagai berikut :
a.       Dalam jurnal pembelian, untuk keperluan posting ke perkiraan (akun) pembelian dan perkiraan (akun) utang.
b.      Dalam buku besar pembantu utang , pada perkiraan kreditor yang bersangkutan.

Kegiatan posting dari jurnal pembelian ke perkiraan pembelian dan utang di buku besar dilakukan setiap akhir periode tertentu, sedang dalam pencatatan buku besar pembantuutang dilakukan setiap terjadi transaksi yang mengakibatkan perubahan utang.
Dalam buku besar, perkiraan utang dagang akan menunjukkan saldo untuk semua utang. Artinya seluruh utang akan dicatat secara kolektif(gabungan) dan dikurangi dengan adanya pelunasan kepada kreditor dalam perkiraan utang dagang. Dengan demikian dalam buku besar umumtidak terdapat informasi mengenai besarnya utang kepada setiap kreditor.
Lain halnya dengan buku besar pembantu utang yang akan mencatat secara rinci terjadinya utang dan pelunasan kepada masing – masing kreditor. Satu lajur buku besar  pembantu utang untuk satu nama kreditor. Tidak ada pencatatan secara kolektif.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar